Kearifan Lokal Tradisi Praonan Kota Pasuruan
- Jun 15, 2025
- H. AKHMAD DIMYATI, SE
Tongsis, Gentong Eksis, KIM GENTONG MAS
Minggu 15 Juni 2025 (Miftakhur Rokhmi, S.Pd)
Di kota kelahiranku ada tradisi yang turun temurun dilaksanakan oleh warga Kota Pasuruan yakni tradisi Praonan. Sebenarnya tradisi ini dulunya hanya sebagai penyambutan untuk tamu ataupun keluarga jauh. Namun, akhirnya menjadi tradisi yang hingga kini tetap dilakukan oleh masyarakat setempat. Tradisi ini biasanya dilakukan pada hari raya ke-7 atau biasanya daerah kami menyebutnya hari raya ketupat. Pada hari raya ke-7 ini, selain warga kota Pasuruan membuat tradisi memasak ketupat sekarang ini makin berkembang ke tradisi praonan.
Tradisi ini diminati semua kalangan baik anak- anak, orang dewasa maupun yang tua. Tradisi ini menyenangkan bagi mereka karena dengan praonan mereka bisa menikmati keindahan kawasan pantai Kota Pasuruan. Warga sangat antusias sekali dengan kegiatan praonan ini. Banyak masyarakat dari berbagai daerah berbondong – bondong ingin menikmati praonan. Mereka cukup mengeluarkan uang Rp10.000,- tiap orang untuk bisa naik perahu. Tradisi praonan ini juga menjadi hiburan dikala libur lebaran sebelum mereka memulai aktifitas kembali.
Selain itu tradisi praonan juga menjadikan pemasukan keuntungan yang tidak sedikit bagi para nelayan di Kota Pasuruan karena banyaknya pengunjung yang ingin berlayar dibanding hari biasanya. Keberkahan ini menjadikan para nelayan merasa senang. Tak kalah dengan para nelayan yang mendapatkan keberkahan di bulan syawal tapi para pedagangpun di sekitar pelabuhan juga ramai pembeli.
Namun, di sisi lain tradisi praonan ini juga memiliki kekurangan terkait keselamatan pengunjung yang berlayar, jika para nelayan tidak memperhatikan kapasitas perahu yang ditumpangi para pengunjung agar tidak terjadi kelebihan muatan. Hal ini merupakan salah satu upaya agar tidak terjadi tragedi kapal tenggelam.